Film tentang serangan jantung,asma, dan diabetes yang justru mengajarkan kita untuk hidup sehat jauh lebih BUGAR

Jika anda hobi film pertempuran, drama korea, aksi thriller, komedi tuyul dan film2 sejenis. Itu tidak akan membuat anda termotivasi. Karena film-film itu justru membuat diri anda semakin betah bermalas-malasan dan berkhayal. Coba sekali-kali anda menonton film dengan tema kesehatan dan kebugaran tujuannya agar anda paham bahwasannya betapa mahalnya sebuah kesehatan yang diberikan tuhan pada anda.
.
Film-film kegemaran yang biasa kita konsumsi tiap hari sebenarnya membiasakan diri kita untuk setia berada di Confort zone atau zona nyaman. kehidupan dan kesehatan kita tidak akan pernah berkembang. Karena apa ? Karena semakin kita nyaman dengan film yang kita saksikan, maka semakin tenang pula mulut kita mengunyah cemilan. Apalagi kalau minimarket berada di depan rumah. Wow. Habis dah itu. Lengkap sudah tubuh anda melahap lemak di jajanan yang anda telan.
.
Sebenarnya ada beberapa film terbitan lama yang bisa membuat kita termotivasi untuk hidup sehat. Contohnya Film berjudul : 300 ( Tahun 2006 ) Film yang menceritakan para pejuang berbadan sixpack yang mengarahkan ribuan anak buahnya untuk memusnahkan raja keji bernama Xerxes. Tapi akhirnya harus menahan pahit dan kehilangan banyak anak buah karena 1 orang penghianat di kubu mereka. Sang pemimpin endingnya tetap mempertahankan harga dirinya dengan terus bertempur hingga mati didampingi oleh 300 orang prajurit yang tersisa. Film itu adalah film aksi kolosal terbaik diantara yang terbaik. Memang visual effect yang ditampilkan film itu sudah dalam level tertinggi dimasanya. Tapi Jika anda lebih teliti lagi, Bentuk badan para tokoh utama dan pendukungnya semuanya berotot dengan seni yang indah. Kecuali peran anak-anak dan kakek . Para penonton akan dibuat iri dengan seni otot para aktor didalamnya. Jika anda belum menonton film tersebut, anda layak menyimak jalan ceritanya. Apabila anda sudah menonton dan ingin mengulang lagi, tidak ada salahnya. Karena sensasi menyaksikan pria-pria berotot tidak akan pernah membosankan bagi kita.
.
Apabila saat ini anda merasa kurang sehat dgn  gejala-gejala serangan jantung, diabetes dan kolesterol,  daftar film dibawah ini moga-moga akan menyadarkan anda bahwa kesehatan anda itu lebih penting dibanding kesenangan hampa ( makan banyak, malas-malasan dan gak pernah olahraga ) .
.
Pain and gain ( 2013 )
Mark Walhberg adalah aktor langganan untuk drama-drama aksi. Sang pria tampan mantan rapper ini sebenarnya sudah memiliki badan berbentuk ideal disaat usianya masih 20 tahun, dimana dia merintis kesuksesan awalnya sebagai rapper di tahun 90-an. Besutan kepopulerannya semakin membuat para produser dan sutradara ternama semakin ingin memainkan peran dalam film-film mereka saat Mark walhberg bermain bberapa film terkenal seperti : The basketball diaries ( tahun 1995 yang mana beradu akting dengan leonardo de caprio ), The Corruptor ( tahun 1999 , doi beradu akting dengan aktor cina terkenal Cho yun fat ) , italian job , dan puluhan film box office lainnya.
.
Di film Pain and Gain, kali ini kita akan menyaksikan Mark Walhberg berperan sebagai seorang pecandu fitnes. Film ini diambil dari kisah nyata. Yaitu menceritakan seorang pelatih fitnes yang tidak akan tenang apabila dalam sehari saja tidak mengangkat barbel walaupun dia tersesat di hutan Amazon. Saat menonton film ini , penonton dipastikan tidak akan tenang dan semakin tersedot kedalam alur cerita saat tokoh-tokoh yang tersebar di film ini rata-rata memiliki badan bagus. Apalagi film ini melibatkan Dwaney Johnson yang namanya semakin populer karena dia seorang pemain SMACK DOWN terpopuler di zamannya yang pindah haluan menjadi pemain Film.
Film ini sendiri memompa habis badan mark walhberg hingga ke level Bodybuilding. Badannya disini akan lebih besar terlihat dibanding saat kita melihat film-filmnya terdahulu.
.
Sebenarnya Pain and Gain justru akan melibatkan penonton untuk berpikir sekaligus beraksi. Berpikir bahwa memiliki badan bagus dan sehat tidak akan didapat apabila cuma santai ,makan-makanan berlemak, dan tidak pernah berolahraga. Lalu beraksi untuk secepatnya merubah diri menjadi pribadi yang jauh-jauh lebih sehat disaat yang sama.
Film ini adalah koleksi terbaik untuk kita yang ingin terhindar dari serangan jantung , dibetes dan kolesterol yang sudah menumpuk.
.
Something’s Gotta Give (2003)
Apabila saat ini kondisi jantung anda melemah dan butuh hiburan yang berhubungan dengan kesehatan jantung, film Something’s Gotta Give mungkin bisa menjadi pilihan untuk masa check up anda. Film ini bercerita tentang playboy berusia 60-an yang memiliki koleksi pacar yang melebihi hitungan jari tangan. Harry Saborn ( yang diperankan Jack Nicholson) adalah playboy sekarat yang mampu beradaptasi dari satu hati ke hati yang lain dalam waktu sesingkat-singkatnya.
.
Alur dramanya semakin menarik saat Harry Saborn terkena serangan jantung saat sedang dalam situasi Indehoi dengan salah satu pacarnya. Padahal pacarnya baru berusia 20 tahun. Terpaksa sang playboy gaek itu menunda aksi bejatnya dan langsung check up ke dokter untuk mendapatkan pertolongan pertama.Di rumah sakit Harry saborn langsung mendapat nasehat kesehatan dari dokter tampan ( yang diperankan keanu reaves ).
.
Ternyata di Film itu memang ada sedikit fakta yang ditelusuri oleh Matthew Sorrentino, ahli kardiologi dari University of Chicago Medical Center. Beliau mengungkapkan bahwa : Kebanyakan kasus serangan jantung terjadi karena aktivitas fisik yang berat, termasuk hubungan seks.
Secara tidak langsung film ini mengajarkan kita , untuk secepatnya memulihkan kondisi jantung walaupun masih gejala ringan karena dikuatirkan saat kita lagi ena-ena dengan istri tercinta ,tiba-tiba  meninggal padahal belum sempat menulis warisan.
.
 21 gram ( 2003 )
Bagaimana jika sekali-kali kita menonton film drama perih berjudul ” 21 gram” . Film yang bercerita seorang pria berusia 40 tahun yang tampan dan cukup mapan finansial ( diperankan sean penn ) sedang jatuh cinta terhadap janda cantik ( diperankan naomi watts). Apabila anda melihat film ini anda akan sedikit geregetan sekaligus penasaran.
.
Film ini menggunakan mode Puzzle. Artinya sebuah film utuh yang dipotong-potong kemudian disebar secara berantakan selama 2 jam. Jadi artinya apabila anda belum memahami film jenis ini, anda akan gregetan karena akan mengucap ” Apa sih Film ini kok kadang adegannya gak nyambung ?” . Atau anda akan penasaran karena tahu ini adalah film mode puzzle.
.
Secara gamblangnya begini, film ini tidak di tampilkan utuh seperti kita melihat film Transfomer, dimana kita melihat adegan pertamanya film ini dimasuki para robot kebumi, kemudian robot-robot itu mulai menghancurkan mesin-mesin perang sebelum tokoh protagonisnya muncul. Dan adegan demi adegan kita akan melihat para robot saling berselisih dan berusaha menguasai di satu kubu  dan menyelamatkan dunia di kubu lainnya. Dan endingnya tokoh protagonis sukses menyelamatkan dunia. Itu adegan klise. dengan jalur atau mode normal. Semua orang biasa menonton alur seperti itu.
.
 Di film 21 gram tidak begitu. Di awal-awal kita melihat tokoh utama sakit-sakitan kemudian dalam 1 menit berikutnya dia bisa jalan-jalan ke supermarket sambil merokok. Sebagai penonton tentu saja kita mengira tayangan jalan-jalan ke supermarket adalah masa lalu atau masa depan setelah dia sudah sehat. Kemudian 1 menit berikutnya dia ciuman dengan pacarnya. Beberapa menit setelahnya dia jatuh ke jurang . Lalu beberapa menit setelah itu ada adegan dia ditembak , dan entah mengapa beberapa menit kemudian lagi santai jalan-jalan dengan ceweknya ke taman. Yaah mirip dengan puzzle . Penonton sendiri yang menyatukan potongan-potongan adegan itu.
.
jadi ibaratnya, kita melihat adegan ending di awal-awal, dan melihat alur-alur pertengahan di akhir cerita.
Kalau boleh dibilang ,sejatinya menonton 21 gram mengandung 2 nilai gizi :
Gizi pertama film ini mengasah kemampuan berpikir dan mengingat para penonton. Karena film ini bukan film dengan alur biasa, maka otak penonton terpaksa dibuat agak sedikit mengasah konsentrasi. Maka itu esensi yang terkandung dalam film Puzzle ini akan hilang apabila anda menonton ke bioskop dan malah pergi kekamar kecil sampai 3 menit.
.
Gizi kedua yang terkandung dalam Film ini adalah seputar pria pecandu rokok yang tidak pernah tobat untuk menghisap barang haram tersebut padahal dia sudah sering masuk rumah sakit dan sudah pernah transplantasi jantung segala. Tapi akhirnya sakit jantungnya kembali kambuh dan harus mengganti jantungnya untuk kedua kalinya. Ini mengingatkan kita bahwa terkadang agar manusia tobat untuk menghisap rokok hanya saat dia sudah mati. Bagi saya 21 gram menyajikan adegan serangan jantung yang cukup menyakitkan dan mensugesti penonton untuk secepatnya berhenti menghisap barang laknat itu.
.
Super Size Me ( 2004 )
Film indiependen dengan dana hemat tidak selalu mendapat rating kelas B . Buktinya, Film arahan Morgan Spurlock ini mendapat berbagai penghargaan sekaligus kritikan karena mengandung banyak spekulasi antara motivasi atau menjatuhkan harga diri perusahaan  burger.
Super Size Me adalah film dokumenter tentang perjalanan seorang pria yang ber experimen mengenai apa yang terjadi terhadap tubuh apabila kita memakan makanan cepat saji selama 3 bulan penuh. Morgan Spurlock memerankan dirinya sendiri untuk adegan di film ini. Jadi dia sudah menyewa beberapa dokter ahli dan berpengalaman apabila suatu saat tubuhnya terserang penyakit mematikan karena efek samping makanan yang dia jadikan materi film itu.
.
Film ini akan menampilkan adegan demi adegan kesehari-harian seorang pria lajang dari hari pertama hingga 3 bulan berikutnya terhadap perkembangan tubuh setelah mengkonsumsi banyak makanan berlemak. Di adegan ini kita sebagai penonton akan melihat secara langsung bagaimana Morgan Spurlock benar-benar naik berat badannya dari minggu ke minggu. Tidak hanya itu , bahkan kita akan menyaksikan bagaimana Spurlock akhirnya menderita gangguan mood dan liver di bulan-bulan pertama. Dalam sebulan spurlock sukses menaikkan berat badan dari makanan berlemak hingga 11 kg dan perutnya semakin maju ke depan.
.
Akibat konsumsi kalori berlebihan, karbohidrat dan lemak jenuh dari makan-makanan cepat saji , perubahan fisik , piskologis, dan organ tubuhnya mencapai tahap yang mendebarkan para  penonton.
 Super Size Me (2004). Sungguh film dengan tampilan perubahan berat badan yang nyata, efek samping dan kesehatan memburuk yang nyata, dan kesemua kehidupan nyatanya berada di rumah sakit untuk proses pemulihan tubuh.
Film ini memberikan proses mengerikan pada manusia bahwa makan-makanan dengan pola asal-asalan, tidak olahraga, dan hobi begadang adalah suatu tips yang tepat apabila ingin meninggal dini.