Home | Produk | ICP Capsule | Waspadai Obesitas,Resiko Tinggi Serangan Jantung Koroner

Waspadai Obesitas,Resiko Tinggi Serangan Jantung Koroner

Waspadai Obesitas,Resiko Tinggi Serangan Jantung Koroner

Waspadai Obesitas,Resiko Tinggi Serangan Jantung Koroner

muarafarma.com- Belum Lama ini kita mendengar dan membaca berita artis yang  meninggal karena obesitas yaitu ade namnung, budi klanting, Tarida gloria, Bambang Triyono dalam berita liputan6 26 Juli 2016 tahun lalu. Mengapa hal ini terjadi. Mari kita bahas bahaya obesitas terhadap kesehatan jantung.

Obesitas (kegemukan) didefinisikan sebagai penimbunan lemak abnormal atau berlebihan yang dapat menimbilkan resiko kesehata individu. Saat ini obesitas sudah menjadi masalah yang besar didunia, terutama negara-negara maju. Dinegara berkembang juga menjadi masalah serius, terutama didaerah perkotaan.
Ini permasalahan obesitas yang sebenarnya adalah jumlah kalori yang masuk lebih besar dari yang digunakan tubuh sehingga kelebihannya disimpan dalam bentuk penumpukan lemak tubuh . Dengan adanya kemudahan dalam bidang transportasi menjamurnya makanan cepat saji, dengan kalori tinggi dan zat gizi rendah, minuman soft dink berkalori tinggi ataupun dengan pemanis fruktosa, hanya sebagian dari beberapa faktor yang memperbesar resiko obesitas.

Hidup di zaman sekarang semua serba praktis, sarana trasportasi tersedia dimana-mana baik yang pribadi maupun yang angkutan umum. Pekerjaan yang memerlukan energi sebagian besar sudah digantikan oleh mesin misalnya mencuci pakaian diganti dengan mesin cuci, memasak tidak perlu lagi mencari kayu bakar ke hutan, mau makan tinggal angkat telepon, makan siap saji akan diantar sampai kerumah, Bahkan selalu ada penjual gorengan lewat, tukang bakso, mie tek tek, dan lainnya yang hampir tiap hari melintas didepan rumah. Kelihatannya serba enak dan nyaman namun hal ini membawa konsekwensi terhadap kesehatan kita. Terlalu banyak kalori makanan yang masuk tanpa diimbangi dengan gerak yang cukup sehingga membuat tubuh kelebihan kalori dan ditumbun sebagai lemak.

Sebenarnya, lemak dimaksudkan untuk cadangan energi, untuk berjaga-jaga jika tubuh kekurangan kalori. Apakah zaman sekarang kita perlu menampung cadangan energi banyak didalam tubuh kita? Cadangan lemak yang tertimbun dalam badan kita malah akhirnya menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan tubuh kita.Apakah obesitas menjadi pilihan kita ? tentu saja tidak semuanya secara otomatis sistem otomatisasi tubuh mengatur semuanya dengan otomatis. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang dipakai maka kelebihannya akan disimpan sebagai cadangan lemak. Jika tiap hari berlebih cadangannya semakin lama semakin banyak dan terjadilah obesitas.

Mengapa Obesitas Berbahaya ?

Obesitas telah diketahui meningkatkan resiko terhadap penyakit tertentu sebagai berikut :
– Penyakit jantung ( serangan jantung koroner)
– Diabetes type 2 / kencing manis
– Tekanan darah tinggi
– Dislipidemia (kolesterol LDL tinggi, HDL rendah , trigliserida tinggi)
– Kanker endometrium ,payudara , usus besar)
– Stroke
– Penyakit hati dan kandung empedu
– Sleep apnea/ gangguan tidur
– Osteoatritis
– Masalah ginekologi (menstruasi tidak normal, sulit mendapatkan keturunan)

 

Baca juga : 10 Cara Memelihara Kesehatan Jantung

Beberapa gejala sering ditemukan bersama-sama sehingga muncul sebuah istilah baru penyakit yaitu sindroma metabolik. Penyakit ini ditandai dengan minimal tiga gejala berikut :

1.  Obesitas sentral (lingkar pinggang untuk pria > 90 cm dan wanita > 80 cm)
2. Tekanan darah tinggi
3. Dislipidemia (kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol, HDL rendah)
4. Resistensi insulin yang ditandai meningkatnya kadar gula darah puasa

Sindroma metabolik menyebabkan peningkatan resiko aterosklerosis yang menyebabkan penyakit jantung koroner. Kondisi ini sangat berbahaya dalam praktik sehari-hari ada eberapa pasien dengan sindroma metabolik yang akhirnya menginggal karena serangan jantung koroner.

Mengapa Obesitas Resiko Serangan Jantung Koroner?

Pada setiap kilogram penambahan lemak dalam tubuh terjadi pembentukan pembuluh darah baru yang utamanya terdiri dari pembuluh darah kapiler halus sepanjang sekitar 25 km. Hal ini membuat jantung harus bekerja keras untuk memompa darah ke pembuluh darah tambahan teresbut dan mengakibatkan jantung harus berdenyut lebih cepat dengan kontraksi lebih kencang dan tekanan darah ditingkatkan agar kebutuhan oksigen dan makanan ke sel tubuh dapat tetap terpenuhi .
Semakin bertambah berat badan , maka beban jantung akan semakin berat. Untungnya bila berat badan diturunkan dan lemak tambahan juga ikut berkurang, pembuluh darah tambahan terebut juga menghilang diserap oleh tubuh. Dengan demikian penurunan berat badan secara langsung mempengaruhi kesehatan jantung.

Adakah Manfaatnya Obesitas ?

Pertanyaan ini menarik karena kita perlu mempertimbangkan manfaat dan resiko untuk menjadi obesitas atau tidak. Dari berbagai sumber, saya menemukan bahwa cadangan lemak dapat membuat kita lebih tahan terhadap pengaruh cucaca dari luar. Lemak juga meruapakn cadangan energi bila tidak ada masukan makanan dari luar. melihat manfaat dan resikonya memang menjadi obesitas bukanlah pilihan yang baik . lebih banyak gangguan kesehatan yang dapat timbul dibandingkan dengan manfaatnya. jadi berusahalah mencapai berat badan ideal.

Baca artikel kami dengan judul : Mengenal gejala jantung dan cara memastikannya

Apa Solusi untuk Mencegah Obesitas ?

Beberapa hasil penelitan klinis telah memperhitungkan bahwa perubahan kecil dalam pemasukan dan pengeluaran energi berjumlah total 100 kalori perhari dapat menghentikan penambahan berat badan manusia. Perubahan tersebut dapat berupa :

  1. Memanfaatkan tenaga dengan berolahraga. Dengan mempertimbangkan bagaimana tubuh secara mengimbangi perubahan dalam keseimbangan energi, banyak peneliti menduga bahwa keseimbangan energi mudah dicapai dengan cara mengeluarkan energi tingkat tinggi.
  2. Berjalan kaki 15 menit setelah makan siang atau setelah makan malam
  3. Mengurangi minum minuman mengandung kadar soda
  4. Memperhatikan kualitas makanan yang sehat
  5. Mulailah menghitung kalori yang kita makan. Terkadang jika kita membuat blok pada fikiran kita untuk memantang suatu makanan tertentu malahan akan lebih membangkitkan selera makan sehingga tubuh akan mengalami obesitas . Diet pantangan makanan yang ditawarkan cenderung mengakibatkan penurunan penyeimbangan dalam pengeluaran dan meningkatkan rasa lapar. Solusinya adalah makanlah saat lapar dan berhenti saat sudah merasa kenyang.

Demikian solusi untuk mewaspadai terjadinya obesitas terhadap kesehatan jantung kita. Semoga bermanfaat .

 

 

Share
Scroll To Top
Share