Home | Informasi Penyakit | Asma | 10 Tips Diet Untuk Penderita Asma

10 Tips Diet Untuk Penderita Asma

Muarafarma.com akan menyajikan 10 tips diet untuk penderita asma yang dapat membantu penderita asma untuk mencegah dan mengurangi gejala asma seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Pada artikel ini menjelaskan bagaimana makanan atau nutrisi seperti asam askorbat, vitamin B6, vitamin E, quercetin, asam rosmarinic, asam lemak omega-3, magnesium dan sejumlah nutrisi lain dapat membantu mencegah gejala asma pada orang.

tips diet untuk penderita asma

Pada artikel ini juga menjelaskan mengapa pasien penderita asma untuk menhindari konsumsi zat tertentu seperti natrium (garam), zat adiktif makanan, pengawet, susu dan telur.

10 Tips Diet Untuk Penderita Asma

  1. Mencukupi Asupan Vitamin B6
    Makanan kaya vitamin B6 (pyridoxine) harus menjadi hal yang penting dari setiap diet anti-asma. Beberapa studi telah menemukan pyridoxine secara efektif mengurangi intensitas dan frekuensi serangan asma. Pyridoxine memainkan peran penting dalam produksi adenosin trifosfat (ATP) dan siklik adenosin monofosfat (CAMP), zat yang telah terbukti membantu rileks jaringan otot polos bronkus. Pyridoxine ditemukan dalam berbagai makanan, salah satunya asalah buah pisang. Vitamin B6 membantu jaringan otot polos bronkus menjadi rileks.
  2. Perbanyak Makanan yang Mengandung Vitamin C dan E
    Tip diet untuk penderita asma lainnya adalah memperbayak asupan makanan kaya vitamin C yang mengandung antioksidan yang kuat, vitamin C (asam askorbat) adalah sangat efektif menetralisir radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan kontraksi atau penyempitan otot polos saluran napas. Studi juga menyatakan tingkat vitamin C yang tinggi dapat mengurangi pelepasan histamin dalam tubuh dan membuat histamin memecah lebih cepat. Histamin, zat kimia yang diproduksi oleh tubuh, dapat meningkatkan peradangan pada penderita asma dan menyebabkan penyempitan otot polos bronkus. Vitamin E adalah antioksidan lain yang dapat membantu meringankan gejala asma seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Vitamin C dan vitamin E saling menguatkan satu sama lain dan lebih efektif bila dikonsumsi bersama-sama.
  3. Perbanyak Konsumsi Makanan yang Mengandung Quercetin
    Quercetin adalah suatu bioflavonoid yang mengandung antioksidan yang kuat, anti-histamin, dan sifat anti-inflamasi telah terbukti mengurangi gejala asma dan gejala alergi pada beberapa penderita asma. Sumber makanan yang baik dari quercetin termasuk apel, bawang merah, caper, brokoli, lovage, anggur merah, ceri, buah jeruk, teh, dan banyak buah termasuk lingonberries, raspberry, dan cranberry.
  4. Mengkonsumsi Makanan atau Herbal Kaya Asam Rosmarinic
    Tip diet untuk penderita asma selanjutnya adalah mengkonsumsi herbal atau makanan yang kaya Asam Rosmarinic. Asam Rosmarinic bersifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat membantu meringankan gejala asma. Aktivitas antioksidan asam rosmarinic diyakini lebih tinggi dari vitamin E. Selain itu, asam rosmarinic mendorong sel untuk menciptakan prostacyclins, yang membantu menjaga saluran udara dari paru-paru yang terbuka dan dengan demikian mempromosikan bernapas mudah. Asam Rosmarinic ditemukan dalam banyak tumbuhan kuliner seperti rosemary, sage, marjoram, peppermint, oregano, lemon balm, dan thyme.
  5. Mengurangi Asupan Omega-6, Meningkatkan Asupan Omega-3
    Asam lemak omega-3 membantu melawan peradangan yang berhubungan dengan serangan asma. Asam lemak omega-6 yang dianggap asam lemak esensial (EFA) dalam jumlah tertentu sangat penting untuk berfungsinya tubuh yang sehat. Namun, jumlah yang berlebihan dari lemak ini dapat berbahaya bagi penderita asma. Lemak Omega-6 asam yang berlebih dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh dengan menghasilkan prostaglandin inflamasi (tipe 2 prostaglandin).
    Disisi lain Asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi. Banyak ahli percaya bahwa nenek moyang kita dikonsumsi asam omega-3 dan omega-6 lemak dalam jumlah yang kurang lebih sama. Namun, diet saat ini negara-negara barat dan negara maju lainnya sangat tinggi asam omega-6 yang berpotensi terjadinya masalah inflamasi dan kurang asupan anti-inflamasi yang banyak terkandung dalam asam omega-3.
    Cara mudah untuk menyeimbangkan lemak dalam diet Anda adalah mengurangi konsumsi minyak nabati olahan yang tinggi lemak asam omega-6 dan memperbanyak asupan makanan nabati yang mengandung omega-3 seperti kenari, kedelai, dan biji rami atau ikan air dingin seperti salmon.
  6. Hati-hati dengan Produk Susu dan Telur
    Bagi Anda penderita Asma dan memilki laergi makanan terutama prosuk olahan dari susu dan telur. Alergi makanan yang sering dikaitkan dengan asma. Penderita asma sering melaporkan bahwa makanan yang menyebabkan alergi juga membuat gejala asma mereka lebih buruk. Meskipun alergi makanan bervariasi tergantung pada individu, alergi terhadap produk susu dan telur tampaknya sangat umum di antara orang asma.
  7. Mengkonsumsi Makanan Tinggi di Karotenoid
    Karotenoid beta-karoten adalah antioksidan yang larut dalam lemak yang memerangi radikal bebas yang menyebabkan kontraksi atau penyempitan otot polos saluran napas. Vitamin A juga dapat dibuat dari beta-karoten oleh tubuh, sumber makanan yang banyak mengandung beta-karoten terdapat pada sayuran yang berwarna kuning/oranye dan sayuran berwarna hijau seperti bayam, wortel, ubi jalar, labu musim dingin, beta-karoten juga terdapat pada buah-buahan mangga, melon dan aprikot.
    Dan tip diet untuk penderita asma yang senang berolahraga: Anda harus meningkatkan asupan lycopene. Lycopene dan karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang tinggi telah terbukti sangat efektif dalam mengendalikan asma akibat olahraga. Sumber diet lycopene terdapat pada tomat, aprikot, jeruk, semangka dan jambu biji
  8. Makan Makanan Kaya Magnesium dan Kalium
    Selanjutnya tips diet untuk penderita asma adalah memperbayak konsumsi maknan yang kaya magnesium dan kalium. Penelitian telah menunjukkan bahwa asupan magnesium dapat menurunkan risiko penyakit asma. Asupan makanan tinggi magnesium juga telah dikaitkan dengan fungsi paru-paru yang lebih baik dan mengurangi mengi pada penderita asma. Magnesium intravena (magnesium disuntikkan langsung ke pembuluh darah) kadang-kadang digunakan untuk mengobati serangan asma akut di rumah sakit. Efek menguntungkan dari magnesium pada pasien asma adalah karena kemampuan magnesium untuk membantu sel-sel otot polos tetap santai. Selanjutnya, magnesium diperlukan untuk mempertahankan kadar kalium yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi serangan asma. Kalium ditemukan dalam berbagai makanan, biji dan akar sayuran menjadi sumber yang sangat baik dari mineral anti-asma ini.
  9. Mengurangi Asupan Garam (natrium)
    Studi menunjukkan bahwa asupan garam (natrium) yang tinggi dapat membuat gejala asma memburuk dengan membuat saluran udara lebih reaktif atau sensitif terhadap alergen. Orang yang tinggal di daerah yang mengkonsumsi garam tinggi juga cenderung memiliki penderita asma lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Selain itu, asupan garam yang berlebihan garam dapat mempengaruhi kadar kalium dalam tubuh ( kaliun adalah mineral yang telah terbukti dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan mengurangi kejadian asma pada anak-anak). Tips diet untuk penderita asma yang merasa makanannya kurang rasa, coba gunakan rempah-rempah dan herbal bukan menambahkan garam.
  10. Hindari Makanan yang Mengadung Zat Aditif dan Pengawet
    Tips diet untuk penderita asma yang terakhir adalah menghindari makanan yang mengandung zat tambahan atau campuran makanan dan bahan pengawet. Beberapa zat tambahan makanan dan pengawet telah terbukti menjadi memicu asma pada beberapa orang. Zat yang dapat memperburuk gejala asma meliputi benzoat, tartrazine, monosodium glutamat, dan sulfida. Benzoat adalah pengawet antimikroba yang digunakan dalam berbagai produk, terutama minuman ringan. Tartrazine adalah pewarna makanan buatan yang digunakan dalam banyak makanan olahan seperti banyak sayuran kaleng, permen, minuman ringan, saus, keripik, permen, sereal, pasta, mentega, keju dan produk acar. Monosodium glutamat atau MSG adalah penambah rasa yang umum digunakan di restoran. Sulfit digunakan sebagai pengawet dalam banyak paket makanan dan minuman beralkohol. Cara terbaik untuk menghindari zat buatan dalam makanan adalah makan makanan organik.

Demikianlah beberapa tips diet untuk penderita asma yang bisa Anda terapkan sehari-hari. Tips diet untuk penderita asma di atas merupakan upaya pencegahan yang pastinya tidak dapat 100% mencegah serangan asma. Akan tetapi upaya di atas bisa mengurangi risiko terkena serangan asma yang mendadak. Selain tips diatas untuk pencegahan dan pengobatan Anda dapat mengkonsumsi obat herbal asma Cordyceps capsule.

Referensi : http://www.healwithfood.org

Scroll To Top
error: Content is protected !!